Langsung ke konten utama

Tanpa salam perpisahan

Aku pernah ditinggalkan tanpa ada kata perpisahan
Aku pernah berada dalam fase terpuruk
Dan tak ada lagi semangat menyambut masa depanku

Mungkin itu terlihat berlebihan
Tetapi sungguh, patah hatiku denganmu 
adalah patah hati terkejam dalam urusan asmaraku tuan

Salahku memang aku begitu menggilaimu
Aku begitu mempercayaimu
Hingga aku mengabaikan diriku sendiri
Hingga aku menghalalkan segala cara untuk membuatmu bahagia
Meski smuanya tak pernah ternilai bagimu

Tuan aku yakin kau masih ingat perihal sebuah kenangan
Katakanlah memang semua sangatlah tragis
Menyesakan penuh tangis dan kebahagian kian mengkikis

Tuan
Apakah amnesiamu mulai membaik ?
Sudahkah kau ingat, kau meninggalkanku tanpa salam perpisahan ?
Tanpa alasan tanpa kejelasan yg kau sampaikan

Benar kau pergi disaat aku merasa tidak ada masalah diantara kita
Bagaimana tidak? 
Sebab nyatanya kita baru saja berjumpa
Ya,  tepat pada akhir pekan yg menbungkus segala kehangatan

Seingatku tak ada pertengkaran 
Atau kesalahpahaman bukan? 
Meski sebuah pengabaian sudah mulai kurasakan
Dan semua genggaman tiba tiba dilepaskan
Sungguh,  itu sangatlah perih bagi seorang perempuan yg kau janjikan sebuah masa depan

Benar,  tanpa aba aba dan begitu saja

Dan singkatnya
Kau tengah sibuk dengan dia
Yg lebih sempurna dariku
Kau tengah berkemas meninggalkan semua kenangan bersamaku
Bahkan, perihal masa depan yg pernah kita rencankan hanyalah menjadi sebuah angan angan

Kau tau semua sia sia dan menyisakan luka yang menganga
Hingga perpisahan memberiku sebuah tenaga
Bahwa aku layak menjadi perempuan yg berbeda

Ya aku bangkit dari rasa sakit yg cukup pelik
Dari seorang lelaki yg kupercayai cinta sejati
Namun begitu bodoh menghianati dan menyudahi

Sekarang cukup
Aku muak dengan tabiatmu yg terkutuk. 


Komentar