Langsung ke konten utama

Postingan

Puisiku

💐Dimana Rindu.. Sayup mata diterpa angin Tenggelam terpejam pelan-pelan Adakah rindu yg kau sampaikan? Angin, berbisiklah. Jejakmu hanya sepintas Mengapa tak sejenak berhenti saja? Aku ingin memasang telinga Bahwasannya tak sedikit yang merindu Dimanakah kerinduan itu berada? Tak aku jumpai wujudnya Meski hanya sekelabat bayangan Tak kudapatkan batang hidungnya Gemuruh hujan bersuara pada genting embunnya membias dibalik jendela Adakah air mata yg berlinang untukku? Saat ia sungguh-sungguh merindu Rindu saat mengadu dengan-Nya Menyelipkan do'a untuk dipertemukan Dengan separuh jiwa Sebuah tulang rusuk Yang akan menguatkan tulang punggungnya...
Postingan terbaru

TERUNTUK SEBUAH NAMA

Entah sampai kpn jantungku berdegup begitu kencang saat aku bersamamu Entah sampai kapan hatiku bergetar saat aku mndengar namamu Dan entah sampai kpn kakiku lemas menopang saat mendengar suaramu Namamu yg slalu aku lantunkan dlm stiap doaku Lirih dan perih aku meminta padaNya Semoga hatimu terjaga hanya untuku Semoga cintamu tertuju berahir denganku Teruntuk sebuah nama Aku mulai bosan menyebut namamu Bukan karna sudah hilang rasa Namun aku hilang arah tentangmu Tentang hatimu yg ternyata hobi berkelana Teruntuk sebuah nama Bukan karna ada apa dan knapa Tapi karna seberapa bermakna Iya.. Kamu begitu bermakna bagiku Begitu lembut dan kalut Hingga aku sukar bedakan mana cinta dan drama Ahh tapi sudahlah Itu sudah lalu dan biarlah menjadi kenangan syahdu Sama seperti alunan lagu yg merdu Sama seperti sajak puisiku yg sedikit sendu Karena merindu sesuatu yg bukan hak ku Karena nyatanya itu hanya untaian kisah lalu yg sudah beku Masa silam yg sedikit ku angg...

Tanpa salam perpisahan

Aku pernah ditinggalkan tanpa ada kata perpisahan Aku pernah berada dalam fase terpuruk Dan tak ada lagi semangat menyambut masa depanku Mungkin itu terlihat berlebihan Tetapi sungguh, patah hatiku denganmu  adalah patah hati terkejam dalam urusan asmaraku tuan Salahku memang aku begitu menggilaimu Aku begitu mempercayaimu Hingga aku mengabaikan diriku sendiri Hingga aku menghalalkan segala cara untuk membuatmu bahagia Meski smuanya tak pernah ternilai bagimu Tuan aku yakin kau masih ingat perihal sebuah kenangan Katakanlah memang semua sangatlah tragis Menyesakan penuh tangis dan kebahagian kian mengkikis Tuan Apakah amnesiamu mulai membaik ? Sudahkah kau ingat, kau meninggalkanku tanpa salam perpisahan ? Tanpa alasan tanpa kejelasan yg kau sampaikan Benar kau pergi disaat aku merasa tidak ada masalah diantara kita Bagaimana tidak?  Sebab nyatanya kita baru saja berjumpa Ya,  tepat pada akhir pekan yg menbungkus segala kehangatan Seingatku ta...

Tanpa perhitungan

Aku berdiri dipenghujung jalan Tanpa arah tanpa tujuan Menyelinap diantara kerumunan Terdiam tanpa senyuman Aku biarkan diriku terbuai dalam alunan Alunan yang melelapkan hati yang mulai lupa dengan arah tujuan Membawanya dalam kesendirian Aku sendiri dalam diam dikeramaian Sekeliling lalu lalang penuh kebahagian Melintasi waktu tanpa suatu beban Tertawa penuh dengan kehangatan Inilah aku dalam kebimbangan Berjalan tanpa tujuan Berlari tanpa acuan Kalah dengan keadaan Tapi aku punya keyakinan Tuhan selalu menunjukan jalan Menarik tanganku dari kelemahan Menolongku tanpa suatu perhitungan... Jakarta, 1st june 2017 By @suciiq

Terimakasih masa lalu

Setelah sekian lama Aku mampu mengingatmu Aku mampu membayangkan wajahmu yg kini tampak semu Bukan karna rasa cinta yg kini kembali ada Tapi hanya sepintas rindu menyelinap dada Bagiku kamu hanya potongan huruf yg terangkai menjadi sebuah nama Terangkai indah yg mampu menggetarkan jiwa Nama yg mungkin slalu terkenang sebagai kenangan masa lalu Karna seburuk apa tentangmu Kamu tetap pernah menjadi alasanku merangkai kata kata syahdu Tenanglah masa lalu Aku tidak membenci Aku tidak mendendam Aku tidak melupa Aku berterimakasih kepadamu Karena tidak sama sekali kau rampas mimpiku Tidak sama sekali kau hancurkan hidupku Terimakasih masa laluku.. Jika kau bukan jodohku aku tetap hidup bahagia Aku tetap mampu meminta kepadaNYA merayu sang pemilik hati dipertemukan dengan sebenarnya Yang bukan lagi hanya singgah semata.. Jakarta, 03 mei 2017
Aku akan slalu bersyukur Untuk hari dimana pernah dipertemukanya kau dan aku Hari yg sudah begitu lama kutunggu tunggu Meski tak banyak tutur kata yg kluar dari mulutku Ataupun canda tawa dan perbincangan panjang diantara kau dan aku Tetapi aku akan selalu mengenang hari itu Dlm wktu yg singkat aku semakin menyayangimu Sering kali aku memalingkan wajah dihadapanmu Bahkan kadang aku lebih memilih untuk menundukan pandanganku Dan sepertinya kau pun juga tau Kalau aku banyak diam membisu Bukan karna aku membencimu Bukan karna aku tidak senang berada didepanmu Bukan juga karna aku merasa tidak nyaman saat bersamamu Kau tau? Aku masih ingat hari itu Ketika sebuah candaan kluar dari mulutmu Mungkin kau tak cukup tau kalau memang aku merasa gugup kala itu Menurutmu itu lucu? Tapi tidak denganku Aku merasa begitu malu Rasanya tak sanggup lagi aku perlihatkan wajahku Mungkin aku belum beruntung Aku belum seperti mereka yg bisa menyapamu kapan saja Aku belum seprrti m...

Sepintas Rindu

Sayup mata diterpa angin Tenggelam terpejam pelan-pelan Adakah rindu yg kau sampaikan? Angin, berbisiklah. Jejakmu hanya sepintas Mengapa tak sejenak berhenti saja? Aku ingin memasang telinga Bahwasannya tak sedikit yang merindu Dimanakah kerinduan itu berada? Tak aku jumpai wujudnya Meski hanya sekelabat bayangan Tak kudapatkan batang hidungnya Gemuruh hujan bersuara pada genting embunnya membias dibalik jendela Adakah air mata yg berlinang untukku? Saat ia sungguh-sungguh merindu Rindu saat mengadu dengan-Nya Menyelipkan do'a untuk dipertemukan Dengan separuh jiwa Sebuah tulang rusuk Yang akan menguatkan tulang punggungnya.