Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Rinai hujan

Sudah lama, Aku menyulam khayalan pada tirai hujan menata wajahmu disana serupa puzzle, sekeping demi sekeping, Dengan perekat kenangan di tiap sisinya. lalu saat semuanya menjelma sempurna kubingkai lukisan parasmu itu dalam setiap leleh rindu yang kupelihara di sudut hati dengan rasa pilu dari musim ke musim. Cinta selalu memendam rahasia dan misterinya sendiri. Pada langit, pada hujan, Katamu lirih terbata-bata. Dan seketika, linangan air matamu menjelma bagai deras aliran sungai yang menghanyutkanku jauh ke hulu dimana setiap harapan kita karam disana Sudah lama, aku memindai sosokmu pada derai gerimis memastikan setiap serpih mimpiku untuk bersama tapi selalu, semuanya segera berlalu dan sirna bersama desir angin di beranda. “Percayalah, aku ada dinadimu seperti kamu ada didarahku, ”bisikmu pelan ketika bayangmu, perlahan memudar dibalik rinai hujan...
🍃💦 Adalah sebutir debu Meringkuk kedinginan Mengitari bumi tanpa rona Selimut kecilnya tersapu angkasa Rajut penghangatnya tercerai tanpa janji Rindu Masih mendekam dalam setiap detak jantung nafasnya Walau hanya sekedar sapa, hanya sebatas tanya Di setiap penat letih dan keterpurukan nya Dia berlari di tengah gurun gulita Mengais-ais oase kehangatan Bintang di tirai angkasa, tak cukup untuk menghangatkan nya Mencari bulan, namun raib Mentari, ia pun terlelap. Biarkan. Biarkan saja dia sendiri Menikmati renungan gulita Biarkan sang raja malam mengurungnya Memenjarakan nya dalam gelap Menghangatkan diri sendiri di perapian bagaskara.